Siapa sih yang ngak takut dengan hal yang bernama "kehilangan". Menyeramkan memang, tapi banyak hal yang dapat kita pelajari dari "kehilangan". Contohnya, ketika kita kehilangan handphone (dengan alasan apapun) kita jadi belajar bagaimana cara yang lebih baik untuk menjaga handphone tersebut. Kemudian, apabila kita kehilangan orang yang kita sayangi, meninggal, pelajaran yang dapat diambil adalah bahwa SETIAP pertemuan akan berakhir dengan perpisahan.
Memang sangatlah mengejutkan apabila "kehilangan" itu datang disaat kita tidak siap. Namun, siapa yang tidak pernah merasakan "kehilangan". Kita hanyalah manusia yang menjalani hidup, dan "kehilangan" merupakan bagian yang sangat penting untuk dialami. Karena selain banyak pelajaran yang dapat kita petik, kita juga semakin dewasa dalam mengalami "kehilangan" berikutnya.
Hal yang baru saja saya alami adalah kehilangan seorang sahabat. Hal ini membuat saya putus asa dan tidak bersemangat. Saya bahkan bertanya kepada Tuhan, "MENGAPA?". Sebuah pertayaan yang sering kali saya tanyakan ketika saya mengalami masalah. Namun, ini membuat saya berpikir. Mengapa ini bisa terjadi? Apakah saya membuat kesalahaan, atau ternyata dia yang membuat kesalahan, atau bahkan ini hanya sebuah kesalahpahaman belaka? Saya terus mencari jawaban atas pertanyaan saya sendiri.
Dengan merasa terpuruk, saya mulai mengamati kehidupan-nya tanpa dia tidak harus mengetahui keberadaan saya. Cek Facebook profile, twitter account, yahoo messenger id, dan semau usaha yang hanya saya lakukan online aga dia tidak menyadarinya. Namun tidak membutuhkan waktu lama, saya berhasil mengatasi keterpurukan. Saya mulai menjalin hubungan dengan teman2 yang jarang saya hubungi. Bahkan orang2 yang hanya saya kenal dari dunia maya. Mereka memang menyenagkan, namun ada hal yang kurang.
Disaat saya kehilangan mereka, saya mulai melakukan hal-hal yang saya sangat sukai dari dulu. Dan tenyata itu sangat membuahkan hasil, berat badan saya turun. YAY!! Tidak hanya itu, saya juga belajar untuk menghabiskan waktu dengan keluarga, hal yang sangat jarang saya lakukan ketika saya masih bersama mereka. Hubungan saya dengan orang2 yang jarang saya hubungi makin baik begitu pula dengan hubungan saya dengan keluarga.
Mungkin anda berpendapat bahwa sahabat2 saya membawa dampak negatif akan saya dan saya mulai menimbulkan dampak positif ketika saya kehilangan mereka. Namun anda salah apabila berpikir demikian. Karena hubungan "persahabatan" kami jauh dari yang bisa anda bayangkan.
Dari kehilangan ini saya mulai memahami bagaimana cara untuk TIDAK hanya terfokus pada satu hal saja. Namun saya bisa berfokus pada banyak aspek dalam hidup saya. Dapat saya katakan bahwa saya berubah semenjak "kehilangan" ini, karena banyak orang mengakui bahwa saya telah menjadi orang yang LEBIH BAIK dari sebelumnya. Tetapi, ada satu hal yang tetap hilang pada diri saya. Orang2 mengatakan bahwa saya memang sudah jauh lebih baik, namun disaat yang sama mereka mengatakan bahwa saya tidak seceria yang dulu.
Saya sangat enggan untuk memulai permaafan ini. Namun saya ingin menyelesaikan masalah yang mulai berlarut-larut dan sangat tidak jelas ini. Dan tibalah hari itu, senin 7-11-09, hari dimana saya menemui salah satu dari sahabat saya dan mulai membicarakan permasalahan yang berujung pada kebuntuan. Akhirnya kami sepakat untuk menyelesaikan masalah dengan menghubungi sahabat saya yang lainnya.
Yah, dijalan MAWAR kami memutuskan untuk menghentikan situasi yang aneh ini. Pertengkaran hebat pun terjadi, suara tinggi disambut oleh suara tinggi lainnya. Dan yah, tetesan air mata mulai mengalir seiring berjalannya perdebatan yang panas itu. Kami mulai mengakarkan masalah yang terjadi di antara kami berdua. Sampai kami menemukan suatu kesimpulan akan sumber dari semua masalah yang ada. Kesalahpahaman dan kesalahan dalam memilih kosakata.
Pada akhirnya, semua yang baik akan terjadi. Yah kami pun berkomitmn untuk melanjutkan persahabata yang telah kami jalin semenjak bangku SD. Memang lamanya persahabatan tidak menjamin akan lancarnya dari sebuah hubungan dan ini adalah salah satu contoh kasus yang dapat menjadi pelajaran bagi anda semua. Semua ini memang diakhiri oleh sebuah hal yang sangat memalukan. Namun hal itu akhirnya mampu mencairkan es yang terus membeku diantara kami bertiga. Tidak lama kemudian kami pun memulai rutinitas kami seperti biasa dan membahas hidup kami tanpa satu sama lain.
Yah, semua orang memang melakukan perubahan besar setelah "kehilangan". Baik dan buruknya perubahan itu, hanya dapat ditentukan oleh orang yang bersangkutan. Namun yakinlah pada suatu hal, bahwa dibalik "kehilangan" akan ada sebuah pelajaran yang sangat berharga yang dapat kita ambil. Jangan terpuruk terlampau lama pada "kehilangan", namun bangkitlah dan lihat sekeliling maka akan ada pelajaran kehidupan menunggu dan dapat menjadi bekal anda pada "kehilangan" berikutnya.
this blog is dedicated to my beloved best friends ever (Cindy Sara and Valentine Carolina).
2009/09/08
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment